BerWUDHU
sebElUM tegAkkaN sholat
S
|
HOLAT merupakan tiang
agama; Allah Ta’ala memerintah umat Islam apabila hendak melaksanakan sholat, basuhlah
mukamu, tanganmu sampai ke siku, sapulah kepalamu, dan (basuhlah) kakimu sampai
dengan kedua mata kaki. (QS Al-Maidah : 6).
Ayat
di atas merupakan perintah yang jelas dari Allah Ta’ala, bahwa sahnya sholat
ditentukan oleh wudhu. Apabila menghendaki sholat diterima, “wajib” berwudhu sebelum melakukan
sholat.
Dalam
ajaran Islam banyak hal-hal yang berkaitan dengan ibadah terlihat sederhana dan
mudah dilakukan, tapi sayang diantara kita tidak menyadarinyabahwa
setiap yang dituntut dalam Islam mempunyai hikmah
dan memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan,
baik jasmani maupun rohani.
Muhammad Salim dari Fakultas Kedokteran
Universitas Iskandariah, dalam penelitiannya tentang wudhu untuk kesehatan telah
terbukti bahwa berwudhu dengan baik dan benar akan mencegah seseorang dari
segala penyakit. Dalam analisisnya, hidung orang-orang yang tidak berwudhu warnanya
memudar dan berminyak, terdapat kotoran dan debu pada bagian dalam hidung,
serta permukaannya lengket dan berwarna gelap. Sedangkan yang teratur berwudhu,
permukaan rongga hidungnya tampak cemerlang, bersih dan tidak berdebu.
Muhammad Salim juga menjelaskan pentingnya memasukkan air ke hidung cukup
sekali ketika berwudhu karena dapat membersihkan hidung dari separuh kuman.
Sedangkan memasukkan air dua kali, dapat menambah 1/3 kebersihan, dan apalagi
sampai tiga kali, maka hidung benar-benar bersih dari kuman. Hikmah tersebut
memperkuat sabda Rasulullah SAW “Sempurnakan
wudhu, lakukan istinsyaq (memasukkan air ke hidung) kecuali jika kamu
berpuasa”.
Ulama
fikih juga menjelaskan, hikmah berwudhu sebagai bagian memelihara kebersihan
fisik dan rohani, karena daerah yang dibasuh dengan air wudhu, seperti tangan,
muka, mulut, hidung termasuk telinga dan kaki - - memang paling banyak
bersentuhan dengan benda-benda asing, termasuk kotoran; sebab penyakit kulit
umumnya sering menyerang permukaan kulit yang terbuka dan jarang bersentuhan
dengan air wudhu.
Mencegah
penyakit dengan wudhu bisa kita cermati dan pelajari dalam sejarah hidup
Rasulullah SAW yang tidak pernah menderita sakit, kecuali menjelang sakratul
maut hingga wafatnya, ini membuktikan bahwa wudhu dengan benar dapat mencegah
berbagai macam penyakit.
Buya
HAMKA (Haji
Abdul Malik Karim Amrullah) dalam bukunya Lentera Hidup, memaparkan tentang
keutamaan wudhu, “sekurang-kurangnya lima kali sehari-semalam setiap Muslim
diperintahkan untuk berwudhu dan menegakkan sholat, walaupun wudhu belum batal”,
disunahkan untuk memperbaharuinya.
Mencuci
tangan dengan air seolah-olah tangan terlanjur berbuat salah, demikian pula
daerah wajib wudhu lainnya, tujuannya agar manusia jangan membersihkan lahirnya
saja, sementara bathinnya masih tetap kotor, pada intinya anggota badan yang
dibasuh dalam berwudhu merupakan daerah paling rawan melakukan dosa.

Gamb.
Jemaah sedang berwudhu
Wudhu Membuka Pintu
Ke Syurga
Diriwayatkan
dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:
Tiada
seorang pun dari kalian yang berwudhu, lalu ia meratakan wudhunya, kemudian dia
mengucapkan: “Asyhadu alla ilaha illallah
wa anna Muhammadan ‘Abduhu wa Rasuluh”, melainkan dibukalah untuknya pintu
syurga, dia boleh memasuki dari pintu mana pun yang dia kehendaki.” (H/R.
Muslim)
Dalam
hadish lain riwayat Muslim juga dijelaskan, bahwa air wudhu mampu merontokkan
dosa-dosa yang pernah dilakukan mata, penciuman, pendengaran, tangan dan kaki.
Prof.
Leopold Werner von Ehrenfels,
seorang psikiater dan neurology berkebangsaan Austria, mengatakan bahwa
pusat-pusat syaraf yang paling peka yaitu sebelah dahi, tangan dan kaki, sangat
sensitif terhadap air segar. Hikmah wudhu membasuh pusat-pusat syaraf tersebut,
direkomendasikan agar wudhu bukan hanya milik dan kebiasaan ummat Islam, tetapi
dianjurkan kepada umat manusia lain secara keseluruhannya.
Dengan
senantiasa membasuhkan air segar pada pusat-pusat syaraf tersebut, berarti akan
memelihara kesehatan dan keselarasan pusat syaraf. Dan pada akhirnya Leopold memeluk agama Islam sekaligus
mengganti namanya menjadi Baron Omar Rolf
Ehrenfels.
Para
ulama melarang mengeringkan air wudhu; dalam hadish dikatakan bahwa proses
pembersihan sampai tetesan terakhir dari air wudhu (ma’a akhir qathr al-ma’).
Dalam
Islam wudhu masuk dalam Bab al-Thaharah
(penyucian rohani), seperti tayamum. Wudhu adalah kekuatan simbolik, dan
memberikan percaya diri sebagai orang “bersih”
dan sewaktu-waktu dapat menjalankan ketaatan kepada Sang Pencipta Allah Ta’ala.
Hikmah
lainnya bagi ummat muslim berjalan menuju masjid (dalam keadaan wudhu), maka
Allah Ta’ala akan memberikan ampunan dan kenaikan derajat untuk setiap
langkahnya.
“Barang siapa
berwudhu dari rumahnya, lalu berangkat ke masjid menegakkan sholat fardhu, maka
setiap langkah kanan-kirinya untuk melepas dosanya dan mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim).
Berbahagialah
hamba Allah Ta’ala yang selalu menjaga wudhunya dan hatinya tetap suci.
(Berbagai
sumber/bams/bachtinar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar