Rabu, 16 September 2015

BerWUDHU sebElUM tegAkkaN sholat

 BerWUDHU sebElUM tegAkkaN sholat
S
HOLAT merupakan tiang agama; Allah Ta’ala memerintah umat Islam apabila hendak melaksanakan sholat, basuhlah mukamu, tanganmu sampai ke siku, sapulah kepalamu, dan (basuhlah) kakimu sampai dengan kedua mata kaki. (QS Al-Maidah : 6).
Ayat di atas merupakan perintah yang jelas dari Allah Ta’ala, bahwa sahnya sholat ditentukan oleh wudhu. Apabila menghendaki sholat diterima, “wajib” berwudhu sebelum melakukan sholat. 
Dalam ajaran Islam banyak hal-hal yang berkaitan dengan ibadah terlihat sederhana dan mudah dilakukan, tapi sayang diantara kita tidak menyadarinyabahwa setiap yang dituntut dalam Islam mempunyai hikmah dan memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan, baik jasmani maupun rohani.
Muhammad Salim dari Fakultas Kedokteran Universitas Iskandariah, dalam penelitiannya tentang wudhu untuk kesehatan telah terbukti bahwa berwudhu dengan baik dan benar akan mencegah seseorang dari segala penyakit. Dalam analisisnya, hidung orang-orang yang tidak berwudhu warnanya memudar dan berminyak, terdapat kotoran dan debu pada bagian dalam hidung, serta permukaannya lengket dan berwarna gelap. Sedangkan yang teratur berwudhu, permukaan rongga hidungnya tampak cemerlang, bersih dan tidak berdebu.
Muhammad Salim juga menjelaskan pentingnya memasukkan air ke hidung cukup sekali ketika berwudhu karena dapat membersihkan hidung dari separuh kuman. Sedangkan memasukkan air dua kali, dapat menambah 1/3 kebersihan, dan apalagi sampai tiga kali, maka hidung benar-benar bersih dari kuman. Hikmah tersebut memperkuat sabda Rasulullah SAW “Sempurnakan wudhu, lakukan istinsyaq (memasukkan air ke hidung) kecuali jika kamu berpuasa”.
Ulama fikih juga menjelaskan, hikmah berwudhu sebagai bagian memelihara kebersihan fisik dan rohani, karena daerah yang dibasuh dengan air wudhu, seperti tangan, muka, mulut, hidung termasuk telinga dan kaki - - memang paling banyak bersentuhan dengan benda-benda asing, termasuk kotoran; sebab penyakit kulit umumnya sering menyerang permukaan kulit yang terbuka dan jarang bersentuhan dengan air wudhu.
Mencegah penyakit dengan wudhu bisa kita cermati dan pelajari dalam sejarah hidup Rasulullah SAW yang tidak pernah menderita sakit, kecuali menjelang sakratul maut hingga wafatnya, ini membuktikan bahwa wudhu dengan benar dapat mencegah berbagai macam penyakit.
Buya HAMKA (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) dalam bukunya Lentera Hidup, memaparkan tentang keutamaan wudhu, “sekurang-kurangnya lima kali sehari-semalam setiap Muslim diperintahkan untuk berwudhu dan menegakkan sholat, walaupun wudhu belum batal”, disunahkan untuk memperbaharuinya.
Mencuci tangan dengan air seolah-olah tangan terlanjur berbuat salah, demikian pula daerah wajib wudhu lainnya, tujuannya agar manusia jangan membersihkan lahirnya saja, sementara bathinnya masih tetap kotor, pada intinya anggota badan yang dibasuh dalam berwudhu merupakan daerah paling rawan melakukan dosa.
Gamb. Jemaah sedang berwudhu
Wudhu Membuka Pintu Ke Syurga
Diriwayatkan dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:
Tiada seorang pun dari kalian yang berwudhu, lalu ia meratakan wudhunya, kemudian dia mengucapkan: “Asyhadu alla ilaha illallah wa anna Muhammadan ‘Abduhu wa Rasuluh”, melainkan dibukalah untuknya pintu syurga, dia boleh memasuki dari pintu mana pun yang dia kehendaki.” (H/R. Muslim)
Dalam hadish lain riwayat Muslim juga dijelaskan, bahwa air wudhu mampu merontokkan dosa-dosa yang pernah dilakukan mata, penciuman, pendengaran, tangan dan kaki.
Prof. Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater dan neurology berkebangsaan Austria, mengatakan bahwa pusat-pusat syaraf yang paling peka yaitu sebelah dahi, tangan dan kaki, sangat sensitif terhadap air segar. Hikmah wudhu membasuh pusat-pusat syaraf tersebut, direkomendasikan agar wudhu bukan hanya milik dan kebiasaan ummat Islam, tetapi dianjurkan kepada umat manusia lain secara keseluruhannya.
Dengan senantiasa membasuhkan air segar pada pusat-pusat syaraf tersebut, berarti akan memelihara kesehatan dan keselarasan pusat syaraf. Dan pada akhirnya Leopold memeluk agama Islam sekaligus mengganti namanya menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels.
Para ulama melarang mengeringkan air wudhu; dalam hadish dikatakan bahwa proses pembersihan sampai tetesan terakhir dari air wudhu (ma’a akhir qathr al-ma’).
Dalam Islam wudhu masuk dalam Bab al-Thaharah (penyucian rohani), seperti tayamum. Wudhu adalah kekuatan simbolik, dan memberikan percaya diri sebagai orang “bersih” dan sewaktu-waktu dapat menjalankan ketaatan kepada Sang Pencipta Allah Ta’ala.
Hikmah lainnya bagi ummat muslim berjalan menuju masjid (dalam keadaan wudhu), maka Allah Ta’ala akan memberikan ampunan dan kenaikan derajat untuk setiap langkahnya.
“Barang siapa berwudhu dari rumahnya, lalu berangkat ke masjid menegakkan sholat fardhu, maka setiap langkah kanan-kirinya untuk melepas dosanya dan mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim).
Berbahagialah hamba Allah Ta’ala yang selalu menjaga wudhunya dan hatinya tetap suci.
(Berbagai sumber/bams/bachtinar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar