Kamis, 06 April 2017

Sepucuk Surat Harapan Untuk Bapak Dan Ibu Guru Dari Anak-Anak Kami

Sepucuk Surat Harapan Untuk Bapak Dan Ibu Guru Dari Anak-Anak Kami

surat.jpg
Kita ketahui bersama bahwa pembentukan pribadi seorang anak bergantung dengan tiga faktor berikut: Rumah, Sekolah dan Media. Diantara ketiganya, faktor sekolah dapat dikatakan sangat dominan, pernah suatu kali aku bertanya kepada murid-murid: “siapa sosok yang kalian anggap berpengaruh pada kehidupan kalian?”, ternyata kebanyakan menjawab: “Bapak Guru Fulan!”.Ini memang masih subyektif  jika dikatakan faktor sekolah adalah yang paling mendominasi ketimbang dua faktor lainnya, apalagi faktor pertama yaitu rumah/keluarga. Fakta dilapangan juga menunjukkan hal yang demikian, bahwasanya bilamana terdapat seorang guru yang membekali dirinya dengan karakter/akhlak yang baik (supel misalnya), berawawasan luas,dan menunjukkan perhatiannya untuk orang-orang disekelilingnya, maka tak disangsikan lagi dirinya akan diterima dengan baik cepat atau lambat.
Maka dari itu, berangkat dari rasa kepedulianku dengan pendidikan anak-anak kita kutuliskan sepatah dua patah kata berikut untukmu wahai bapak dan ibu guru:
  1. Sadarilah Pak/Bu guru sekalian, bahwa sebenarnya kalian sedang menjaga benteng dan garis batas pertahan terakhir dari umat islam yang mana mereka mempercayakannya kepada kalian, apa yang kan kalian perbuat untuk itu?
  2. Tuluskan niat bapak dan ibu guru sekalian dalam tugas ini, karena sesungguhnya kalian sedang menyemai bibit-bibit amalan jariyah.
  3. Allah Ta’ala berfirman pada surat al isra’ ayat 80:
“Dan katakanlah: “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku dengan cara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku dengan cara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong”. Maka niatkanlah disetiap kali engkau datang dan pulang mengajari mereka demi ridho Allah Ta’ala.
  1. Patut Bapak dan Ibu guru sadari bersama, bahwasanya kalian sedang dielu-elukan oleh penduduk langit sebab jerih payah kalian: berilmu, mengamalkan dan mengajarkannya.
  2. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah, Malaikat serta penghuni langit dan bumi sampai-sampai semut yang berada di sarangnya dan juga ikan, senantiasa memintakan rahmat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia”. (HR. at-Turmudzy).
Mungkin orang-orang melihat pekerjaan Bapak dan Ibu guru ini mudah dan sederhana, tapi mereka tidak tahu akan keutamaan ini, bagaimana bisa? Sangat bisa! Bukankah mengajarkan ilmu yang bermanfaat salah satu amal jariyah?.
  1. Raihlah pahala tiada henti untukmu wahai guru dengan mengajak anak-anak muridmu kepada kebaikan, nasehati siapa yang meninggalkan shalat, melawan kepada orang tua dsbg yang mana jika mereka menyambut nasehatmu, maka engkau akan mendapatkan kabar gembira dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِه))
Artinya: “Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya” (HR Muslim).
  1. Motivasilah anak didikmu untuk memperbanyak hafalan Al Qur’an dan Hadits, seperti dengan membuatkan kelompok belajar bagi mereka.
  2. Pahamilah tentang keharusan berlemah lembut dan kapan boleh bertindak dengan tegas, karena masing-masing ada waktu dan tempatnya, jadi bersikap luwes lah.
Rasulullah bersabda:
حُرِّمَ عَلَى النَّارِ كُلُّ هَيِّنٍ لَيِّنٍ سَهْلٍ قَرِيبٍ مِنْ النَّاسِ
” Akan diharamkan neraka bagi orang yang mudah, lembut,dan gampang”  (Musnad Ahmad).
  1. Berkata seorang yang bernama Khalid bin Mi’dan: “Jika pintu suatu kebaikan dibuka, maka bergegaslah kepadanya, karena ia tidak tahu kapan pintu tersebut ditutup kembali”.
Maka gunakanlah kesempatan ini sebaik mungkin wahai guru, dan itu untuk kebaikan akhirat anda juga. Karena kan datang masanya tiap-tiap orang kan ditanya mengenai ihwal kehidupannya selama didunia, dan dirimu wahai guru jangan sampai melalaikan tugas anda sekarang ini.
Jadikan profesi ini proyek andalan anda! Mengapa? Para pencari dunia saja selalu memprioritaskan proyek yang sedang mereka kerjakan, kenapa kita sebagai pencari akhirat mau kalah dengan mereka?!? Karena inilah perniagaan yang sebenarnya!
Jujurlah kepada Allah, maka Ia akan membukakan setiap yang tertutup untukmu, memudahkan apa yang sulit, dan memberkahi bagimu waktu dan rezekimu.

 by  in 

Diterjemahkan dengan sedikit perubahan dari artikel berbahasa arab pada situs hisbah Arab Saudi, Almohtasb.com. ditulis oleh Syaikhah Qasim dengan judul: “Risalah Ilaa Mu’allim/Mu’allimah”, link: http://mohtasbat.almohtasb.com/main/page.aspx?id=0316762&article_id=19461
Artikel : www.hisbah.net

Selasa, 07 Februari 2017

Seni Melindungi Anak Dari Kebiasaan Buruk


Anak.jpg
Seorang wanita muslimah seketika ia menjadi istri dari seorang lelaki saat itu pula ia harus bersiap-siap untuk menjadi seorang ibu. dua tugas berat yang memenuhi kedua pundaknya. bagaimana ia harus menjadi istri yang shalihah bagi suaminya dan ibu yang madrasah bagi anak-anaknya. dua tugas yang mana jika tidak dipahami dengan baik hakekat keduanya, maka akan sangat memberatkan hati seorang wanita yang sebelumnya bebas untuk dirinya sendiri. namun tugas-tugas tersebut bagi yang memahaminya, maka ia adalah sebuah keberkahan tersendiri bagi seorang wanita, bagaimana ia harus melayani suaminya sebagai surga dan nerakanya, dan bagaimana ia mendidik keturunannya sebagai aset yang berharga di akhirat kelak, anak saleh yang mendoakan.Pada kesempatan kali ini, kita kembali membahas bagian kedua dari tugas seorang wanita yang sudah menikah, yaitu kewajiban untuk menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya. kenapa menjadi ibu yang baik adalah sebuah kewajiban? karena disebabkan oleh suatu hal yang diketahui oleh kita semua, salah satunya adalah anak sebagai sumber kebahagiaan atau kesengsaraan kita dimasa tua dan diakhirat kelak.
Mendidik buah hati memang butuh kesabaran yang lebih, memerlukan keterampilan yang mumpuni, karena tak jarang perilaku anak jika tak dilihat dengan mata hati maka ia hanyalah sumber kejengkelan ditengah menumpuknya kerjaan rumah. maka dari itu, berikut ada beberapa tips dari tuntutan islami dalam membiasakan kebaikan bagi anak dan bagaimana cara menyikapi tingkah laku anak yang tak sesuai dengan apa yang sudah diajarkan padanya:

  1. Fase Pengenalan
Pada fase ini sang buah hati yang sudah mulai mengerti diperkenalkan dan diberitahukan beberapa hal mendasar dalam islam, apa-apa yang harus ia ketahui dari masalah aqidah, seperti keesaan Allah Ta’ala dan kemahakuasaan-Nya dll, juga apa-apa yang tak boleh ia lakukan, seperti mencuri, berkata buruk dll dimulai dari yang sederhana dan secara umum tidak detail. ini sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad yang mana suatu hari pernah mengajari keponakannya Ibnu Abbas beberapa perkara aqidah seperti tidak bolehnya meminta kepada selain Allah dan tak memohon pertolongan dari selain-Nya.
Untuk fase ini, gunakanlah metode yang lemah lembut, penuh kasih sayang dsbg untuk menarik simpatik dan kemauan anak untuk melakukan arahan kita, karena ini adalah fase pengenalan, dari yang sebelumnya belum tahu apa-apa, maka tidak seyogyanya sang buah hati langsung dihardik dll.

  1. Fase Teguran
Ketika dirasa sang buah hati telah mendapatkan penjelasan yang cukup tentang apa-apa yang bunda ajarkan, ketika ia keliru atau terlalu coba ingat kan, jangan biarkan lagi. namun tegurlah dengan lemah lembut juga, baik-baik bukan langsung menghardik saja, karena anak kecil sejatinya belum wajib untuk hal-hal tersebut, namun hanya bagian dari pembiasaan saja yang mana ini ada kewajiban dari orang tua, maka gunakanlah cara yang baik pula untuk mendapatkan hasil yang baik pula. salah satu contohnya adalah ketika Nabi menegur cucunya Hasan ketika hendak memakan korma sedekah, Nabi terangkan bagi cucu tercintanya tersebut bahwa Nabi dan keluarganya tidak memakan dari yang sifatnya sedekah.

  1. Fase menggunakan tangan
Metode ini hanya digunakan pada kebutuhan mendesak saja, untuk memberikan efek jerah. bukan tiap kali melihat kesalahan maka harus ditindak lanjuti dengan tangan.
seperti dahulu para sahabat dengan tegas merobek pakaian-pakaian anak lelaki mereka yang terbuat dari sutra, karena perkara tersebut sudahlah mafhum.

  1. Dengan pukulan
Inilah metode yang menempati salah satu level terakhir dalam mendidik anak-anak, yang juga hanya digunakan sesekali untuk memberikan efek lebih ketika isyarat, kata-kata tak lagi dihiraukan oleh anak-anak. namun perlu digaris bawahi juga bahwa jangan sampai pukulan tersebut sangat menyakiti, karena dikhawatirkan hanya akan meninggalkan sebuah luka pada psikis sang buah hati, dengan pukulan yang pedih mungkin iya sang anak akan berhenti seketika itu juga, namun ia hanya akan menjadi mengumpat didalam hati dan mencari-cari kesempatan selanjutnya untuk melanggar lagi. pada metode ini salah satunya yang dicontohkan Nabi adalah perintah membiasakan anak-anak menegakkan shalat, pukul seperlunya ketika mereka mangkir dan menolak.

  1. Sesekali jangan hiraukan
Sesekali tak mengapa bagi bunda untuk mencuekkan dan sedikit menghiraukan sang buah hati ketika ia meminta sesuatu, ini sebagai pelajaran baginya bahwa jika ia menginginkan sesuatu maka sebagai gantinya ia harus meninggalkan kebiasaan buruk tersebut dst.
Inilah 5 fase yang mana para orangtua harus mendalaminya dan menguasainya, kenapa? agar tak terjadi dua hal yang sering sekali terjadi, antara terlalu sayang anak hingga kadar berlebihan memanjakannya, dan antara terlalu keras dalam mendidik anak-anak hingga kadang tak memperdulikan lagi hak-hak mereka sebagai anak kecil, seperti perlunya mereka mendengar kata-kata sayang dari orang tuanya, jam bermain yang cukup, dll.
Semoga artikel yang singkat ini dapat memberi manfaat bagi kaum muslimah sekalian, sekaligus penulis ingin kembali mengingatkan bahwa ibu-ibu sekalian adalah tonggak harapan tercetaknya generasi penerus yang berguna bagi Agama dan Bangsa, jangan sepelekan hal ini.
Wassalamu’alaikum.
Penulis: Muhammad Hadhrami Bin Ibrahim
Rujukan:
الاحتساب على الأطفال ص ٧٣-٧٤ بالتصرف
تأليف: د. فضل إلهي
Artikel : www.hisbah.net

Minggu, 29 Januari 2017

ASMAAUL HUSNA

ASMAAUL HUSNA
(SDIT AL IMAN)

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

"
Hanya milik Allah Asmaul Husna, maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam nama-nama Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan".
(Q.S. Al-A’raf:180

No
Nama
Indonesia
Arab

Allah
Allah
الله
1
Ar Rahman
Maha Pengasih
الرحمن
2
Ar Rahiim
Maha Penyayang
الرحيم
3
Al Malik
Maha Merajai (bisa di artikanRaja dari semua Raja)
الملك
4
Al Quddus
Maha Suci
القدوس
5
As Salaam
Maha Memberi Kesejahteraan
السلام
6
Al Mu`min
Maha Memberi Keamanan
المؤمن
7
Al Muhaimin
Maha Mengatur
المهيمن
8
Al `Aziiz
Maha Perkasa
العزيز
9
Al Jabbar
Memiliki Mutlak Kegagahan
الجبار
10
Al Mutakabbir
Maha Megah, Yang MemilikiKebesaran
المتكبر
11
Al Khaliq
Maha Pencipta
الخالق
12
Al Baari`
Maha Melepaskan
البارئ
13
Al Mushawwir
Maha Membentuk Rupa(makhluknya)
المصور
14
Al Ghaffaar
Maha Pengampun
الغفار
15
Al Qahhaar
Allah Yang Maha Menundukkan
القهار
16
Al Wahhaab
Maha Pemberi Karunia
الوهاب
17
Ar Razzaaq
Maha Pemberi Rezeki
الرزاق
18
Al Fattaah
Maha Pembuka Rahmat
الفتاح
19
Al `Aliim
Maha Mengetahui (MemilikiIlmu)
العليم
20
Al Qaabidh
Maha Menyempitkan(makhluknya)
القابض
21
Al Baasith
Maha Melapangkan(makhluknya)
الباسط
22
Al Khaafidh
Maha Merendahkan(makhluknya)
الخافض
23
Ar Raafi`
Maha Meninggikan(makhluknya)
الرافع
24
Al Mu`izz
Maha Memuliakan(makhluknya)
المعز
25
Al Mudzil
Maha Menghinakan(makhluknya)
المذل
26
Al Samii`
Maha Mendengar
السميع
27
Al Bashiir
Maha Melihat
البصير
28
Al Hakam
Maha Menetapkan
الحكم
29
Al `Adl
Maha Adil
العدل
30
Al Lathiif
Allah Yang Maha Lembut
اللطيف
31
Al Khabiir
Allah Yang Maha Mengenal
الخبير
32
Al Haliim
Allah Yang Maha Penyantun
الحليم
33
Al `Azhiim
Allah Yang Maha Agung
العظيم
34
Al Ghafuur
Maha Memberi Pengampunan
الغفور
35
As Syakuur
Maha Pembalas Budi (Menghargai)
الشكور
36
Al `Aliy
Allah Yang Maha Tinggi
العلى
37
Al Kabiir
Allah Yang Maha Besar
الكبير
38
Al Hafizh
Allah Yang Maha Memelihara
الحفيظ
39
Al Muqiit
Allah Yang Maha Pemberi Kecukupan
المقيت
40
Al Hasiib
Maha Membuat Perhitungan
الحسيب
41
Al Jaliil
Allah Yang Maha Luhur
الجليل
42
Al Kariim
Allah Yang Maha Pemurah
الكريم
43
Ar Raqiib
Allah Yang Maha Mengawasi
الرقيب
44
Al Mujiib
Allah Yang Maha Mengabulkan
المجيب
45
Al Waasi`
Allah Yang Maha Luas
الواسع
46
Al Hakiim
Allah Yang Maha Maka Bijaksana
الحكيم
47
Al Waduud
Allah Yang Maha Mengasihi
الودود
48
Al Majiid
Allah Yang Maha Mulia
المجيد
49
Al Baa`its
Allah Yang Maha Membangkitkan
الباعث
50
As Syahiid
Allah Yang Maha Menyaksikan
الشهيد
51
Al Haqq
Allah Yang Maha Benar
الحق
52
Al Wakiil
Allah Yang Maha Memelihara
الوكيل
53
Al Qawiyyu
Allah Yang Maha Kuat
القوى
54
Al Matiin
Allah Yang Maha Kokoh
المتين
55
Al Waliyy
Allah Yang Maha Melindungi
الولى
56
Al Hamiid
Allah Yang Maha Terpuji
الحميد
57
Al Muhshii
Maha Mengalkulasi/ menghitung
المحصى
58
Al Mubdi`
Allah Yang Maha Memulai
المبدئ
59
Al Mu`iid
Allah Yang Maha MengembalikanKehidupan
المعيد
60
Al Muhyii
Allah Yang Maha Menghidupkan
المحيى
61
Al Mumiitu
Allah Yang Maha Mematikan
المميت
62
Al Hayyu
Allah Yang Maha Hidup
الحي
63
Al Qayyuum
Allah Yang Maha Mandiri
القيوم
64
Al Waajid
Allah Yang Maha Penemu
الواجد
65
Al Maajid
Allah Yang Maha Mulia
الماجد
66
Al Wahid
Allah Yang Maha Tunggal
الواحد
67
Al Ahad
Allah Yang Maha Esa
الاحد
68
As Shamad
Maha DibutuhkanTempatMeminta
الصمد
69
Al Qaadir
Allah Yang Maha MenentukanMahaMenyeimbangkan
القادر
70
Al Muqtadir
Allah Yang Maha Berkuasa
المقتدر
71
Al Muqaddim
Allah Yang Maha Mendahulukan
المقدم
72
Al Mu`akkhir
Allah Yang Maha Mengakhirkan
المؤخر
73
Al Awwal
Allah Yang Maha Awal
الأول
74
Al Aakhir
Allah Yang Maha Akhir
الأخر
75
Az Zhaahir
Allah Yang Maha Nyata
الظاهر
76
Al Baathin
Allah Yang Maha Ghaib
الباطن
77
Al Waali
Allah Yang Maha Memerintah
الوالي
78
Al Muta`aalii
Allah Yang Maha Tinggi
المتعالي
79
Al Barru
Maha Penderma 
البر
80
At Tawwaab
Allah Yang Maha Penerima Tobat
التواب
81
Al Muntaqim
Allah Yang Maha Pemberi Balasan
المنتقم
82
Al Afuww
Allah Yang Maha Pemaaf
العفو
83
Ar Ra`uuf
Allah Yang Maha Pengasuh
الرؤوف
84
Malikul Mulk
Maha Penguasa Kerajaan(Semesta)
مالك الملك
85
Dzul Jalaali WalIkraam
Maha Pemilik Kebesaran danKemuliaan
ذو الجلال و الإكرام
86
Al Muqsith
Allah Yang Maha Pemberi Keadilan
المقسط
87
Al Jamii`
Allah Yang Maha Mengumpulkan
الجامع
88
Al Ghaniyy
Allah Yang Maha Kaya
الغنى
89
Al Mughnii
Allah Yang Maha Pemberi Kekayaan
المغنى
90
Al Maani
Allah Yang Maha Mencegah
المانع
91
Ad Dhaar
Maha Penimpa Kemudharatan
الضار
92
An Nafii`
Allah Yang Maha Memberi Manfaat
النافع
93
An Nuur
Allah Yang Maha Bercahaya (Menerangi,Memberi Cahaya)
النور
94
Al Haadii
Allah Yang Maha Pemberi Petunjuk
الهادئ
95
Al Badii
Allah Yang Maha Pencipta Yang TiadaBandingannya
البديع
96
Al Baaqii
Allah Yang Maha Kekal
الباقي
97
Al Waarits
Allah Yang Maha Pewaris
الوارث
98
Ar Rasyiid
Allah Yang Maha Pandai
الرشيد
99
As Shabuur
Allah Yang Maha Sabar
الصبور