Kamis, 23 April 2015

Washiyat Rasulullah Terhadap Muadz bin Jabal




قَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُ مَا كُنْتَ ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا ، وَخَالِقِ
النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
(washiyat Rasul Kepada Muadz bin Jabal)
BERTAQWALAH KEPADA ALAH DALAM KONDISI APAPUN, DAN IRINGILAH SETIAP PERBUATAN BURUK DENGAN PERBUATAN BAIK, DAN PERGAULILAH MANUSIA DENGAN AKHLAK YANG BAIK
(HR; TURMUDZI)


Senin, 13 April 2015


Fenomena Kemunduran Islam Masa Kini




Sejarah telah mencatat, selama tujuh abad lebih Islam menjadi “The Greatest World’s Civilization” (peradaban terbesar di dunia). Sejak zaman Rasulullah Saw. sampai dinasti Abbasiyah (1258) umat Islam tampil  sebagai pemimpin dunia. Tujuh abad kejayaan Islam telah berlalu dan tujuh abad kemunduran telah berlangsung. Kini umur dunia memasuki abad 21. Akan tetapi muslim belum mampu mengembalikan kejayaannya  seperti yang tertulis dengan  tinta  emas sejarah kegemilangan dahulu.

Seharusnya umat Islam belajar dari sejarah kejayaan dan kemunduran Islam. Agar mampu menyiasati dan mengatasi kemunduran yang merupakan problematika umat dewasa ini. Namun ironisnya, hari ini kita semakin jauh dengan nilai-nilai keislaman. Seorang pembaharu Islam dari Mesir  mengatakan " Islam mahjubun lilmuslim" ( Islam tertutupi dengan umat Islam sendiri).

Secara umum, kemunduran yang dialami umat Islam disebabkan oleh semakin jauhnya umat dari nilai-nilai Al-Quran-Hadis yang tidak berperan lagi sebagai  khairu ummah. Penegak amar ma’ruf nahi munkar. Sikap dan prilaku umat tidak mencerminkan nilai-nilai Islam. Muslim membaca Al-Quran tetapi tidak mentadaburinya, atau membaca dan mentadaburinya tetapi tidak mengamalkannya.

Muhammad Abduh pernah berkata "Wajadtu islam fi baris falam ajid al-muslim, wa wajadtu al-muslim fi misr falam ajid al-islam". (saya menemukan Islam di Paris tetapi tidak terdapat muslim, dan saya mendapatkan muslim di Mesir tetapi tidak menemukan Islam). Ini adalah kritikan bagi umat Islam.

Kamis, 09 April 2015


PANDUAN
 SHALAT

Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Alh- Khottob radiallahuanhuma dia berkata : Saya mendengar Rasulullah ε bersabda : Islam dibangun diatas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan.
(Riwayat Turmuzi dan Muslim)


Do’a – Do’a  Sholat
1.    Takbiratul Ihram.
اَلله ُأَكْبَرُ

2.         Do’a Iftitah

Jaga Lidahmu!



Jaga Lidahmu!

jaga lidah

Lidah adalah salah satu nikmat terbesar yang Allah berikan kepada manusia, dengannya seseorang dapat membaca Al-Qur’an, berdzikir, saling menasehati, dan sebagainya. Namun dengannya pula seseorang bisa mencela orang lain, berbohong, ghibah, dan lain sebagainya.
Lidah bagaikan pisau yang memiliki 2 mata. Dengan lidah seseorang bisa menjalin tali persahabatan yang erat, namun dengan lidah pula seseorang bisa meledakkan api permusuhan antara kedua teman yang dahulunya bersahabat. Lidah dapat menjadi faktor utama seseorang dicintai, dan ia juga bisa menjadi pemicu utama seseorang dibenci.

Senin, 06 April 2015

Berlindung Dari Kemungkaran Akhlak



Berlindung dari Kemungkaran Akhlaq, Perbuatan dan Hawa Nafsu

perahu-kuning

Pembaca yang budiman…
Ziyad bin ‘Ilaqoh meriwayatkan dari Pamannya, bahwa Rosululloh shallallohu ‘alaihi wasallam serigkali memanjatkan doa,
اللهم إني أعوذ بك من منكرات الأخلاق والأعمال والأهواء
Ya Alloh, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kemunkaran-kemungkaran akhlaq, perbuatan dan Hawa Nafsu. (HR. at Tirmidzi, no.3591)
Abu Isa mengatkan, ini adalah hadis hasan Ghorib. Dan paman Ziyad bin ‘Ilaqoh yaitu Quthbah bin Malik. Syaikh al Albani mengatakan, “ Shohih “.
Pembaca yang budiman…

Adakah Pacaran Islami?



Adakah Pacaran Islami?

i love you


Ketika berbicara tentang remaja zaman sekarang, pasti sering kita dengar istilah ‘pacaran’. Yaitu suatu ikatan hubungan antara lawan jenis guna untuk saling berbagi cinta dan kasih tanpa ikatan pernikahan. Islam telah mengatur hubungan antara lelaki dan perempuan dengan pernikahan dan mengharamkan perzinahan. Termasuk segala jalan yang menghantarkan kepadanya. Sehingga pacaran juga dilarang dalam Islam karena termasuk mendekati zina.


Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَلاتَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا

Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’: 32)

Pacaran Dalam Islam


Islam Kok Pacaran
oleh Aliman Syahrani
Soal pacaran di zaman sekarang tampaknya menjadi gejala umum di kalangan kawula muda. Barangkali fenomena ini sebagai akibat dari pengaruh kisah-kisah percintaan dalam roman, novel, film dan syair lagu. Sehingga terkesan bahwa hidup di masa remaja memang harus ditaburi dengan bunga-bunga percintaan, kisah-kisah asmara, harus ada pasangan tetap sebagai tempat untuk bertukar cerita dan berbagi rasa.
Selama ini tempaknya belum ada pengertian baku tentang pacaran. Namun setidak-tidaknya di dalamnya akan ada suatu bentuk pergaulan antara laki-laki dan wanita tanpa nikah.

Jumat, 03 April 2015

Do'a Shalat Menurut Sunnah RAsulullah SAW


PANDUAN
SERTIFIKASI SHALAT
 SDIT AL IMAN


Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Alh- Khottob radiallahuanhuma dia berkata : Saya mendengar Rasulullah ε bersabda : Islam dibangun diatas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan.
(Riwayat Turmuzi dan Muslim)

Tim Sertifikasi Shalat SDIT Al Iman
Komplel LKBN Antara Jl. H Naman Bintara Jaya Bekasi Barat 17136 Telp. 021-8640044 Fax 021-8655866 Website: www.alimanraya.com

Do’a – Do’a  Sholat
1.    Takbiratul Ihram.
اَلله ُأَكْبَرُ




2.         Do’a Iftitah
اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَطَايَايَ ؛ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ اْلمَشْرِقِ وَاْلمَغْرِبِ . اَللَّهُمَّ نَقِّنِيْ  مِنْ خَطَايَايَ ؛ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ . اَللَّهُمَّ اْغسِلْنِيْ مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَاْلبَرَدِ 
(HR Bukhori 1/181 & Muslim 1/419)
3.    Membaca Al-Fatihah.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (1) الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (2) الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (3) مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (4) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (5) اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ (7)
4.         Membaca Surat Al-Qur’an.

ö@è% uqèd ª!$# îymr& ÇÊÈ   ª!$# ßyJ¢Á9$# ÇËÈ   öNs9 ô$Î#tƒ öNs9ur ôs9qムÇÌÈ   öNs9ur `ä3tƒ ¼ã&©! #·qàÿà2 7ymr& ÇÍÈ  
5.         Ruku’

اَلله ُأَكْبَرُ
سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلعَظِيْمِ  3 x
(HR Muslim 1/534)

6.    I’tidal
 

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
رَبَّنَا وَ لَكَ اْلحَمْدُ
(HR. Bukhori & Muslim)

7.    Sujud
اَلله ُأَكْبَرُ
سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى 3 X
(HR Ahmad,AbuDawud,Ibn Majah,Darquthni,AthThohawi)
8.    Duduk diantara dua sujud.
اَلله ُأَكْبَرُ
رَبِّ اْغفِرْ لِيْ ، وَارْحَمْنِيْ ، وَاجْبُرْنِيْ ، وَاْرفَعْنِيْ ، وَاْهدِنِيْ ،وَعَافِنِيْ، وَاْرزُقْنِيْ
(HR Ashhabussunan,kecuali Nasai,lIhat Shahih Tirmidzi1/90
.Shahih Ibnu Majah1/148)
9.         Sujud
اَلله ُأَكْبَرُ
سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى  3 x
 

10.     Duduk tahiyat Awal.
اَلله ُأَكْبَرُ


اَلتَّحِيَّاتُ ، اْلمُبَارَكَاتُ ، الصَّلَوَاتُ ، الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا ، وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ ،وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
(HR Bukhori Lihat Fathul Bari 1/13 dan Imam Muslim 1/301)
11.     Duduk Tahiyat akhir
 

اَلتَّحِيَّاتُ ، اْلمُبَارَكَاتُ ، الصَّلَوَاتُ ، الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ،
 اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ ،
 اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا ، وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ ،
 أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ ،وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
(HR Bukhori Lihat Fathul Bari 1/13 dan Imam Muslim 1/301)


اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ، وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمِ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمِ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحََمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمِ، وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمِ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ .
(HR Ahmad,An Nasai, dan Abu Ya’la dalam Musnadnya (no 44/2) dengan sanad Yang Shahih)
12.     Do’a setelah tahiyat akhir.
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ اْلقَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ اْلمَحْيَاوَاْلمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّفِتْنَةِ اْلمَسِيْحِ الدَّجَّالِ
(HR. Bukhori 2/202, Muslim1/412 Lafadz Hadis ini dalam riwayat Muslim
13.     Salam.
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Dzikir Setelah Sholat
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمِ 3 x
اَلَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ للهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِىْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْ ءٍ قَدِيْرٍ
اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا اْلجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ
اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عَبَادَتِكَ
سُبْحَانَ اللهِ 33 X
اَلْحَمْدُ للهِ 33  X
اَللهُ أَكْبَرُ 33 X
اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْراً ، وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْراً ، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلا ًلاَ إِلَهَ إِلاَّ للهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِىْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلىَ كُلِّ شَيْ ءٍ قَدِيْرٍ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ، وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ، رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَاْرحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ سَلاَمَةً فِيْ الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِيْ الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِيْ الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِيْ الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ اْلمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ اْلمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ، اَللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ اْلمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَاْلعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ،
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَاْلحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالمَيِْنَ.
Referensi/Maroji’

1.      القرآن العظيم
2.      سنن أبي داود، أبو داود سليمان بن الأشعث السجستاني
3.      مسند الصحابة في الكتب التسعة
4.      الأحاديث المختارة للضياء المقدسي
5.      المعجم الكبير، سليمان بن أحمد بن أيوب بن مطير اللخمي الشامي، أبو القاسم الطبراني (المتوفى : 360هـ
6.      المعجم الكبير، سليمان بن أحمد بن أيوب بن مطير اللخمي الشامي، أبو القاسم الطبراني (المتوفى : 360هـ)
7.      الدرر البازية على زاد المعاد
8.      رسائل الإمام حسن البنا
9.      صفة صلاة النبي صلى الله عليه وسلم،محمد ناصر الدين الألباني
10. الثمر المستطاب في فقه السنة، محمد ناصر الدين الألباني
11. صحيح الأدب المفرد للإمام البخاري، محمد ناصر الدين الألباني